Senin, 06 Oktober 2025

Cara Budidaya Kakao





Syarat tumbuh tanaman kakao adalah curah hujan yaitu 1.100 – 3.000 mm per tahun. Temperaturnya yaitu 30 0C ‐ 32 0C (maksimum) dan 18 0C ‐ 21 0C (minimum). Kakao tumbuh baik pada tanah dengan pH 6 – 7,5. Sedangkan lingkungan hidup tanaman kakao yakni hutan tropis yang pada pertumbuhannya memerlukan naungan untuk menghindari pencahayaan penuh.


Teknik Budidaya Tanaman Kakao :


1). Persiapan Lahan


Persiapan lahan yaitu membersihkan lahan dan menggunakan tanaman penutup tanah seperti tanaman jenis polong-polongan, serta menggunakan tanaman pelindung seperti Lamtoro, Albazia, dan Gleresidae, yang mana tanaman


ini ditanam setahun sebelum dilakukan penanaman kakao. Selanjutnya juga dilakukan pengolahan tanah biasanya dilakukan dengan cara mekanis.


2). Pembibitan


Biji kakao yang digunakan untuk benih adalah buah bagian tengah yang masak dan sehat dari tanaman yang sudah cukup umur, kemudian dibersihkan daging buahnya menggunakan abu dan segera dikecambahkan.

Selain menggunakanbenih biji, cara terbaik dalam budidaya kakao adalah menggunakan Bibit Sambung pucuk, karena lebih cepat dalam masa berbuah.


3). Penanaman

pada penanaman kakao terlebih dahulu dibuat ajir yaitu bisa dari bambu dengan tinggi tinggi 80 – 100 cm. Penanaman tanaman kakao dilakukan dengan jarak tanam 3 x 3 m, 4 x 2 m, dan 3,5 x 2,5 m dengan ukuran lubang 60 x 60 x 60 cm. Jarak tanam yang digunakan berdasarkan pada bahan tanam dan besar pohonnya. Sedangkan jarak tanam pohon pelindungnya adalah 1,5 x 1,5 m tergantung areal yang digunakan. Dalam penanaman tanaman kakao ada empat pola tanam yang biasa digunakan yaitu (1) Pola tanam kakao segi empat, dan pohon pelindung segi empat (2) pola tanam kakao segi empat dan pohon pelindung segi tiga (3) pola tanam kakao berpagar ganda dan pohon pelindung segitiga (3) pola tanam kakao berpagar ganda dan pohon pelindung segi empat.

4). Pemeliharaan

Pemeliharaan tanaman kakao yang dilakukan adalah dengan melakukan pemangkasan, penyiangan, penyiraman, pemupukan, serta pengendalian dari hama dan penyakit.
Pemangkasan dilakukan pada tanaman pelindung dan pada tanaman kakao. Pemangkasan pohon pelindung dilakukan supaya bisa berfungsi dalam jangka waktu yang lama. Sedangkan Pemangkasan pada tanaman kakao merupakan usaha meningkatkan produksi dan mempertahankan umur ekonomis tanaman. Dengan melakukan pemangkasan, akan mencegah serangan hama dan penyakit, membentuk tajuk pohon, memelihara tanaman, dan memacu produksi.

Penyiangan dilakukan untuk membersihkan dan membuang gulma yang mengganggu tanaman kakao. Sedangkan penyiraman dilakukan untuk membantu pertumbuhan kakao dan menjaga kelembapan tanah kakao.

Pemupukan dilakukan dengan cara ditugal. Pemupukan yaitu dengan pemupukan menggunakan pupuk Urea, TSP, KCl, dan Kieserite (MgSO4), dosis pupuk berdasarkan umur tanaman kakao.

Pengendalian hama dan penyakit pada tanaman kakao dilakukan dengan sanitasi lahan, tanaman yang terserang dipangkas dan di bakar dan juga menggunakan pestisida. Hama dan penyakit yang sering menyerang tanaman kakao adalah ulat kilan (Hyposidea infixaria), ulat jaran atau kuda (Dasychira inclusa), parasa lepida dan ploneta diducta(Ulat Srengenge), kutu – kutuan (Pseudococcus lilacinus), Helopeltis antonii, Cacao Mot ( Ngengat Buah), Acrocercops cranerella, penyakit busuk buah (Phytopthora palmivora), Jamur Upas (Upasia salmonicolor).

5). Panen dan Pasca panen

Panen dilakukan dengan cara memetik buah yang masak dengan memotong tangkai buahnya dan menyisakan sepertiga bagian tangkai buah. Buah kakao yang dipetik berumur 5,5 – 6 bulan sejak berbunga, dan berwarna kuning atau merah. Buah kakao yang dipetik kemudian dimasukkan ke dalam karung kemudian dilakukan pemecahan buah untuk mengumpulkan bijinya. Dan hasilnya bisa diolah dengan melakukan fermentasi, pengeringan, dan sortasi.

Kamis, 02 Oktober 2025

Teknik Budidaya Tomat



a. Iklim

Tanaman tomat bisa tumbuh baik di dataran tinggi maupun di dataran rendah, tergantung varietasnya. Tanaman tomat dapat tumbuh baik di dataran tinggi (lebih dari 700 m dpi), dataran medium (200 m - 700 m dpi), dan dataran rendah (kurang dari 200 m dpl). Faktor temperatur dapat mempengaruhi warna buah. Pada temperatur tinggi (di atas 32°C) warna buah tomat cenderung kuning, sedangkan pada temperatur tidak tetap warna buah cenderung tidak merata. Temperatur ideal dan berpengaruh baik terhadap warna buah tomat adalah antara 24°C - 28°C yang umumnya merah merata . Keadaan temperatur dan kelembaban yang tinggi, berpengaruh kurang baik terhadap pertumbuhan, produksi dan kualitas buah tomat. kelembaban yang relatip diperlukan untuk tanaman tomat adalah 80 %. Tanaman tomat memerlukan intensitas cahaya matahari sekurang–kurangya 10-12 jam setiap hari (Sastrahidayat. 1992).

b. Tanah
Tanaman tomat merupakan tanaman yang bisa tumbuh disegala tempat, dari daerah dataran rendah sampai daerah dataran tinggi (pegunungan) untuk pertumbuhan yang baik, tanaman tomat membutuhkan tanah yang gembur, kadar keasaman pH antara lain 5-6, tanah sedikit mengandung pasir, dan banyak mengandung humus, serta pengairan yang teratur dan cukup mulai tanam sampai tanaman mulai dari panen.
Berdasarkan tipe pertumbuhannya, tanaman tomat dibedakan atas tipe determinate dan indeterminate. Tanaman tomat bertipe determinate mempunyai pola pertumbuhan batang secara vertikal yang terbatas dan diakhiri dengan pertumbuhan organ vegetatif (akar, batang daun), sedangkan tomat bertipe indeterminate mempunyai kemampuan untuk terus tumbuh dan tandan bunga tidak terdapat pada setiap buku serta pada ujung tanaman senantiasa terdapat pucuk muda. Bunga tanaman tomat berjenis dua dengan lima buah kelopak berwarna hijau berbulu dan dua buah daun mahkota (Tugiyono Hery, 2002). Pembuahan terjadi 96 jam setelah penyerbukan dan buah masak 45 hari sampai 50 hari setelah pembuahan. Persentase penyerbukan sendiri pada tanaman tomat adalah 95% - 100%.

c. Teknik Budidaya Persemaiaan Benih tomat

Benih tomat martha harus disemai dulu sebelum ditanam. Persemaian dilakukan didalam kotak pesemaian (tray), media persemaian adalah campuran tanah, arang sekam, dan pupuk kandang kuda dengan perbandingan 1:1:1. Benih ditanamkan kedalam kotak pesemaian (tray), benih dipelihara hingga umur 25-30 hari setelah semai.. Beberapa persyaratan cara pelaksanaan pesemaian yang baik adalah :Yang disemaikan biasanya tanaman yang lemah, tidak kuat kalau langsung ditanam di tempat yang tetap
Tempat menyemai berupa bedengan khusus, diberi atap peneduh untuk mencegah curahan hujan jangan sampai merusak benih yang masih lemah
Tempat pesemaian harus aman dari gangguan binatang
Penyiraman dilakukan dengan menggunakan Hand Sprayer.
Sebaiknya tanaman baru dipindahkan ke tempat penanamannya di lapang setelah cukup kuat
Ada baiknya apabila bibit terlebih dahulu dipindahkan ke polibag, menunggu saat ditanam di tempat penanamannya. Pengolahan tanah Pengolahan tanah untuk tanaman tomat adalah meliputi pembersihan lahan pembajakan atau pencangkulan dan pembuatan bedengan. Untuk mendapatkan hasil yang baik dengan tujuan :Akar bagian tanaman yang ada dalam tanah dapat tumbuh lebih sempurna.
Rumput liar dapat dikendalikan tumbuhnya.
Peredaran udara lebih mudah dan luas, sehingga menyebabkan zat-zat makanan di dalam tanah dapat lebih sempurna
Air yang berlebihan dapatb mudah meresap atau menguap.
Akar-akar tanaman dapat menembus tanah lebih mudah dan dalam.(Kanisius 1992). Pemupukan Organik dan Non Organik.

Pemberian pupuk kandang diberikan dengan cara diratakan diatas tanah bedengan. Pupuk kandang selain dapat memperbaiki sifat biologis tanah juga dapat memperbaiki sifat kimia dan fisik tanah, pupuk kandang juga perlu diberikan pada tanaman sayuran yang banyak mengkonsumsi nitrogen sehingga nitrogen sangat menentukan kuantita dikonsumsi pada fase vegetatif . Pemberian pupuk Organik SP 36, ZA, Kcl dengan perbandingan 1:1:½ berfungsi untuk penyanter tanaman vegetatif, cara pemupukan dengan meratakan diatas bedengan dengan jarak per 1 m dan diberikan 100 g.Penanaman

Apabila lahan sudah siap, maka bibit dapat segera ditanam. Yang perlu diperhatikan dalam penanaman adalah waktu tanam dan jarak tanam. Waktu tanam berkaitan erat dengan iklim. Ada tanaman yang cocok ditanam di musim penghujan, sedangkan Jarak tanam disesuaikan dengan morfologi tanaman dan tingkat kesuburan tanahnya. Mengatur jarak tanam berarti memberi ruang lingkup hidup yang sama/merata bagi setiap tanaman. Dengan mengatur jarak tanam ini akan diperoleh barisan-barisan tanaman yang teratur sehingga mudah dalam melakukan pengelolaan tanaman selanjutnya.
Bibit yang sudah siap tanam dicabut dipersemaian beserta akarnya jika bibit berasal dari persemaian plastik atau tray 25-30 hari setelah semai bibit langsung ditanam pada lubang tanam dengan jarak 70x60 cm, Sewaktu penanaman bibit diusahakan tanaman tomat tidak menyentuh tanah, agar tanaman tidak membusuk dan terkena penyakit akibat kotoran disebabkan oleh tanah, saat yang paling tepat untuk penanaman tomat adalah 2-4 minggu sebelum hujan terakhir. Penanaman dilakukan pada sore hari agar tanaman tidak layu dan dapat beradaptasi pada lahan yang ditanami.

Pemeliharaan
- Penyiraman
Penyiraman tanaman sayuran banyak membutuhkan air seperti halnya tanaman tomat, sayuran daun mengandung ± waktu penyiraman yang baik ialah pada sore hari perlu diketahui bahwa maksud penyiraman adalah :
a. Menggantikan air yang sudah banyak menguap pada siang hari;
b. Mengembalikan kekuatan tanaman pada keadan tanaman dimalam hari;
c. Penambahan terhadap tanaman yang kekurangan air.
Penyiraman hendaknya dilakukan dengan hati–hati, dan diusahakan tidak atau jangan sampai mengenai daun karena tanaman akan mudah menderita penyakit seperti virus. Penyiraman yang dilakukan penyusun menggunakan alat berupa selang dan dilakukan pada sore hari dengan tujuan mengurangi penguapan.
- Penyulaman
Bibit tomat yang baru ditanam, baik melalui persemaian maupun langsung ditanam tidak semuanya dapat tumbuh dan bertahan menjadi tanaman dewasa beberapa diantaranya pasti ada yang mati salah satu cara mengatasinya adalah melakukan penyulaman, caranya saat tomat berumur 7–14 hari setelah tanaman lakukan penggantian bibit yang mati dengan bibit yang baru dan diambil dari bibit terdahulu atau bibit yang ditanam dengan selang waktu 7–14 hari dari awal penyemaian. Jika dalam 3 mingu setelah tanam masih ditemukan bibit yang mati tidak perlu lagi dilakukan penyulaman, sebab penyulaman pada umur lebih, dari 3 minggu akan menghasilkan tanaman yang pertumbuhan dan umur panennya tidak seragam sehingga akan menyulitkan penanaman
- Penyiangan/Pembumbunan
Penyiangan harus dilakukan manakala tampak bahwa telah tumbuh gulma yang mengganggu pertumbuhan tanaman. Biasanya pelaksanaan penyiangan dibarengi dengan pembumbunan tanah di sekitar tanaman. Penyiangan dapat dilakukan 2 atau 3 kali atau sesuai dengan kondisi lapang. penyiangan dilakukan dengan cara dicabut menggunakan tangan dan yang sulit dicabut menggunakan cangkul atau kored.
- Pemupukan
Pupuk biasanya diberikan sebagai pupuk dasar atau pupuk susulan. Dapat diberikan pada tanah atau lewat daun atau bagian tanaman lain. Sebagai pupuk dasar bisa digunakan pupuk kandang atau kompos. Pupuk susulan berupa pupuk NPK yang diberikan 2 - 3 kali selama pertumbuhannya dengan cara ditugal kan pada setiap tanaman. NPK 15-15-15 sebanyak dosis 2 gram/tanaman.
- Pemangkasan
Tanaman yang berupa perdu atau pohon umumnya perlu pemangkasan. Pemangkasan ini dimaksudkan antara lain untuk membentuk pohon, mengurangi daun, mempercepat pembuahan, meremajakan tanaman, dan lain-lain.
Tujuan membentuk pohon adalah agar dapat berbunga atau berproduksi lebih banya. Pengurangan daun dimaksudkan untuk mendapatkan hasil assimilasi bersih yang optimum. Dengan pemangkasan juga dimungkinkan mempercepat proses pembuahan. Tetapi adakalanya pemangkasan dilakukan untuk peremajaan tanaman (rejuvenilisasi).
Secara umum pemangkasan dilakukan dengan memotong cabang/ranting yang tumbuhnya tidak tepat, memotong tunas-tunas air, atau memotong ranting-ranting yang kena penyakit. Pemangkasan yang penulis lakukan setiap seminggu sekali selama pertumbuhannya, tiap pohon hanya ditinggalkan sua cabang dan masing-masing cabang dibiarkan tumbuh masing-masing tiga tandan, dan buah yang dibiarkan masing-masing tandan disisakan 5 buah yang dipelihara agar menghasilkan buah yang besar.
- Pengikatan
Pengikatan pohon dimaksudkan untuk menghindari tanaman tomat roboh pada saat berbuah dan supaya tanaman tomat tersebut dapat tumbuh tegak

- Pengendalian hama dan penyakit
1. Hama
a. Ulat buah (Hiliothis armigera)
Ulat ini menyerang tomat yang masih muda sehingga buah sudah tua tampak berlubang–lubang dan biasanya busuk karena infeksi, ulat ini dapat dibrantas denagn inteksida.
b. Nematoda (Helodogyama sP)
Cacing ini menyebabkan akar–akar tomat berbintil–bintil, biasanya hanya timbul pada tanah–tanah ringan yang terlalu asam ( PH 4 – 5).
Pemberantasan dengan nematisida:
c. Lalat buah (Dacus durcalis)
Lalat ini umumnya menyerang dengan cara menyuntikan telur–telurnya kedalam kulit buah tomat, dan telur tersebut akan menjadi larva yang menggerogoti buah tomat dari dalam sehinga buah tersebut menjadi busuk dan rontok. Lalat buah dapat dikendalikan dengan cara menyemprotkan inteksida sistemik sejak buah berumur 1 minggu.
e. Kutu putih (Pseu dococus SP)
Kutu putih menyerang tomat dengan cara menghisap cairan daun. Hama ini juga mambawa penyakit embun jelaga. Akibatnya daun menjadi keriting dan bunga/buah mengalami kerontokan pemberontakan gunakan insektisida.
2. Penyakit
a. Blossom and Root (busuk ujung buah)
Biasanya menyerang buah tomat baik yang masih muda maupun yang sudah tua. Penyakit disebabkan oleh kekurangan unsur hara mikro Ca [kalsium]. Pembarantasnya dengan penyebaran kapur dolomit.pemupukan yang berimbangan pengairan rata penyemprotan CaCl2 pada seluruh permukaan daun dengan frekuensi 5–7 hari sekali sebanyak 0,1%.
b. Layu furasium
Biasanya menyerang buah tomat baik yang masih muda di dataran tinggi yang memiliki kelembaban tinggi dimusim hujan. Langkah yang dapat mencegah serangan penyakit layu furasium,sebagai berikut:
- Lakukan pemupukan yang berimbang
- Pilih dan tanam bibit yang tahan terhadap segala penyakit
- Pilih lokasi penanaman yang berdrainse cukup baik.
- Pilih daerah yang bersikulasi udara lancar
- Pilih lokasi penanaman yang mendapatkan sinar matahari penuh .
- Pilih tanaman yang masih sehat .
- Rendam bibit ke dalam larutan benomil 0,1% sebelum penanaman.
c. Bacterial will (layu bakteri )
Biasanya menyerang tanaman tomat yang tumbuh didaerah dataran rendah dengan suhu dan kelembaban yang tinggi penyakit ini disebabkan oleh bakteri psedomonas penyakit ini dapat dikendalikan dengan memakai Agrep 20 wp atau agromicin 15/1,5 wp .
d. Penyakit busuk buah
Biasanya disebabkan oleh cendawan Collectroticum SP. Cegah serangan penyakit ini dengan cara pemangkasan yang teratur, menjaga kelembaban kebun, dan menjaga saniatasi tanah. Penyakit ini dapat dicegah dan diberantas dengan menggunakan bubur Bordeaux 1-3%, alcohol 50WP, Prekiur N, prukit PR 10/56 WP, ridomil dan antracol.
Panen dan pasca panen
Panen buah tomat di panen pertama kali pada umur 90 hari sejak pindah tanam. Lalu selama 3–5 hari sekali sampai buah habis, buah tomat yang akan dipasarkan dalam jarak jauh sebaiknya dipanen pada tingkat kemasan 75%, ketika buah marih hijau atau kira–kira 5– hari lagi menjadi merah, sedangkan untuk jarak dekat tingkat kemasakan 90% yakni ketika buah berwarna kuning kemerah – merahan.

DAFTAR PUSTAKA
Kanisius 1992. Petunjuk Praktis.Sayuran.Yogyakarta
Sastrahidayat. 1992. Bertanam Tomat. Penebar Swadaya. Jakarta. 38 p.
Turgiyono Herry, 2002. Budidaya tanaman tomat, Yogyakarta.
.

Kamis, 18 September 2025

Cara budidaya jagung




Jagung dikenal sebagai salah satu tanaman pokok di beberapa di Indonesia. Untuk membudidayakan tanaman ini pun terbilang tak sulit, terutama jika kamu menanamnya di kebun.

Jika kamu ingin membudidayakannya di tempatmu, ada beberapa teknik agar budidaya yang kamu lakukan berhasil.

Berikut enam langkah dasar untuk membudidayakan jagung:
1. Memilih Bibit Jagung                                                                                                                                     
Hal pertama yang harus dilakukan dalam budidaya jagung adalah memilih bibit berkualitas. Kamu bisa mendapatkan bibit jagung di toko-toko pertanian. Ada beberapa jenis bibit jagung yang biasanya disediakan. Mulai dari bibit kenis hibrida, jagung manis, dan lain sebagainya.                                                                     
2. Olah lahan dan Bersihkan Gulma pada Lahan

Lahan menjadi syarat mutlak yang harus dipenuhi dalam budidaya tanaman jagung. Sebab hal ini akan menentukan pertumbuhan jagung yang ditanam. Pastikan tanah yang ditanami jagung benar-benar subur. Selain itu, tanah juga harus mengandung unsur hara yang banyak. Jagung tergolong tanaman yang tak rewal. Sebab ia bisa ditanam di bagian tanah andosol, latosol, grumosol, dan jenis tanah lainnya. pH yang sesuai untuk jagung berada di angka 5,6 – 7,5. Jangan lupa untuk pastikan dulu kesuburan tanah yang kamu miliki.

3. Cara Menanam Jagung di Lahan

Setelah mendapatkan bibit jagung unggul dan mengolah lahan, cobalah untuk menanam jagung. Kondisi yang paling sesuai untuk menanam jagung adalah kondisi tanah sedang lembab. Pastikan tanah tidak terlalu basah dan tidak terlalu kering. Petani lokal biasanya menggunakan jarak tanam jagung antara 100 cm x 40 cm. Lalu, masukkan dua biji pada satu lubang tanam. Untuk kedalaman lubang tanam biasanya pada angka 3-5 cm.

4. Berikan Pupuk pada Tanaman Jagung

Pada beberapa bagian pertama pada pemupukan tanaman jagung, kamu bisa menggunakan pupuk dasar. Pupuk dasar yang diberikan biasanya berjenis pupuk organik. Misalnya pupuk kandang, pupuk kompos, dan berbagai jenis pupuk organik lainnya. Tanaman jagungmu akan menyerap beberapa unsur yang dibutuhkan untuk tumbuh. Unsur ini seperti fosfor, nitrogen, dan kalium. Ketiga unsur tersebut akan dibutuhkan pada fase pertumbuhan dan masa pembuahan.

5. Memelihara Jagung

Dalam masa pertumbuhan, ada kemungkinan jagung akan bisa diserang oleh hama.
Untuk itu, tanaman jagung membutuhkan pemeliharaan yang tepat. Ada beberapa tahapan yang bisa dilakukan seperti penyulaman, penjarangan, pembubuan, pengairan, dan pemupukan susulan.

– Penyulaman

Lakukan penyulaman jika kamu hendak melihat jagung yang terhambat pertumbuhannya. Lalu, gantilah dengan tanaman yang baru. Dalam melakukan penyulaman, jangan sampai kamu terlambat. Maksimal waktu yang butuhkan biasanya hanya satu minggu.

– Penjarangan

Tak hanya penyulaman, kamu juga bisa melakukan penjarangan dan mengontrol tanaman jagung secara berkala. Penjarangan biasanya dilakukan pada jagung yang berumur satu minggu.

– Pembubunan

Pembubunan dilakukan dengan cara menggali parit antar bedengan dan tanah di balik bagian perakaran tanaman. Hal ini di maksudkan agar tanaman jagung tidak mudah rebah dan membuatnya lebih kokoh untuk menompang batang dan calon buah yang akan tumbuh. Galian pada parit memungkinkan air untuk masuk. Air itu akan diserap oleh tanaman dengan mudah.

– Pemupukan

Untuk pemupukan, coba taburkan beberapa pupuk kandang. Selain itu, kamu juga bisa memberikan nutrisi pada tanaman.

– Pengairan

Air adalah salah satu faktor penting untuk tanaman jagung, baik di awal hingga nanti panen. Ada beberapa fase jagung yang membutuhkan banyak air, salah satunya fase bunga. Fase ini akan tumbuh pada usia tanaman 45-55 hari setelah ditanam. Begitu juga dengan fase pengisian biji yang berada pada usia 50 – 80 hari dihitung setelah tanam.

– Cegah Hama dan Penyakit

Ketika tanaman jagung sedang tumbuh, akan selalu ada penghambat. Ada beberapa hama yang biasanya menyerang tanaman jagung. Hama-hama tersebut seperti ulat tanah, hama lundi, ulat daun, lalat bibit, ulat tentara dll. Penyakit tanaman jagung saat diserang hama biasanya adalah bercak ungu, cendawan dan karat.

6. Panen Jagung
Penentuan usia tanaman jagung yang dipanen biasanya tergantung pada konsumen. Jika kamu menargetkan panen jagung jenis baby corn atau jagung pakan, waku yang dibutuhkan tentu akan lebih cepat. Namun, kamu harus berhati-hati saat memanennya. Jangan sampai pemanenan dilakukan terlalu lama karena akan membuat banyak biji jagung menjadi rusak. Sementara untuk mengecek kematang biji jagung, cobalah kupas sample yang kamu punya. Jika memang sudah sesuai dengan yang diharapkan, kamu bisa melakukan pemanenan.

Cara berkebun cabai




Cara Menanam Cabe Rawit dengan Mudah di Pot dan Polybag - Panduan praktis ini akan memandu Kamu dalam menanam cabe rawit sendiri di rumah dengan cara yang sederhana. Selain memberikan keindahan pada taman Kamu dengan buahnya yang berwarna merah, cabe rawit juga dapat menjadi tambahan bahan masakan yang lezat. Menanam cabe rawit di rumah tidaklah sulit, cukup dengan mengikuti beberapa langkah sederhana, Kamu sudah dapat menikmati panen cabe sendiri. Berikut adalah penjelasan langkah-langkahnya:
1. Pilih Pot dan Isi dengan Media Tanam

Pertama-tama, pilihlah pot yang memiliki lubang drainase untuk memastikan keluarnya air yang cukup sehingga tanaman tidak menjadi busuk. Isi pot dengan media tanam, tinggalkan 5-10 cm dari bibir pot.
2. Tanam Bibit Cabe

Sebarkan bibit cabe dengan jarak 5-10 cm, bisa dibeli di toko pertanian. Tutup bibit dengan media tanam. Alternatifnya, Kamu juga bisa membuat bibit sendiri dari biji cabe. Ambil biji dari cabe matang dan merah, rendam dalam campuran air hangat dengan bawang merah yang dihaluskan. Diamkan semalam, ambil biji yang tenggelam dan keringkan. Bibit cabe siap tanam.
3. Siram dengan Air Bersih

Siram bibit cabe dengan air bersih menggunakan semprotan tanaman. Lakukan penyiraman dua kali sehari pada pagi dan sore hari untuk menjaga kelembapan bibit.
4. Hindari Sinar Matahari Langsung

Meskipun sinar matahari diperlukan untuk fotosintesis, pada tahap awal pertumbuhan, kelembapan lebih penting. Letakkan pot yang berisi bibit cabe di tempat yang terhindar dari sinar matahari langsung.
5. Pindahkan Bibit

Setelah beberapa hari, daun akan mulai tumbuh, ini merupakan tKamu untuk memindahkan tanaman ke pot atau taman lain. Jika Kamu memilih pot, satu tanaman per pot memberikan asupan yang optimal. Selalu lakukan penyiraman dua kali sehari menggunakan semprotan.
Cara Memilih Benih Cabe Rawit yang Bagus

Dalam memilih benih cabe rawit, banyak variasi yang dapat ditemukan di pasaran. Setiap varietas mengklaim keunggulannya, seperti produktivitas tinggi dan ketahanan terhadap hama serta penyakit. Agar Anda tidak bingung dalam menentukan pilihan, berikut adalah beberapa tips unik untuk memilih benih cabe rawit yang bagus

1. Pilih Benih Cabe Rawit yang Tangguh terhadap Penyakit

Cara pertama untuk memilih benih cabe rawit yang optimal adalah memperhatikan ketahanannya terhadap penyakit. Seperti tanaman lain, cabe rawit rentan terhadap hama dan penyakit. Pastikan benih yang Anda pilih memiliki ketahanan yang baik terhadap serangan virus gemini, layu bakteri, antraknosa (patek), dan jamur, yang dapat merugikan pertumbuhan tanaman.

2. Pilih Benih yang Mudah Beradaptasi

Kemampuan benih untuk beradaptasi dengan lingkungan sangat krusial untuk kesuksesan penanaman cabe rawit. Bagi pemula yang belum memahami sepenuhnya karakteristik lingkungan, disarankan untuk memilih benih yang mudah beradaptasi. Benih cabe rawit seperti ini mampu tumbuh dengan baik di berbagai kondisi, baik di dataran tinggi maupun rendah.

3. Sesuaikan dengan Lokasi Penanaman: Dataran Rendah, Sedang, atau Tinggi

Lokasi penanaman benih cabe rawit berpengaruh pada hasil akhir. Kondisi suhu dan kebutuhan air dapat berbeda-beda. Secara umum, benih cabe rawit dapat tumbuh optimal pada suhu antara 20°C hingga 30°C. Meskipun demikian, beberapa varietas mungkin lebih tahan terhadap suhu ekstrem, baik yang lebih tinggi maupun lebih rendah.

4. Tentukan Masa Tanam Benih Cabe Rawit

Masa tanam cabe rawit relatif singkat, dengan bibit biasanya mulai tumbuh dalam tujuh hari. Masa penyemaian berlangsung selama 7-14 hari, dan setelah mencapai usia 20-30 hari, bibit dapat dipindahkan ke pot atau lahan yang lebih luas. Pada usia 2-3 bulan, bibit cabe rawit akan mulai berbunga, dengan waktu panen yang bervariasi tergantung pada varietas, kondisi lingkungan, iklim, dan perawatan yang diberikan.

Penutup Kesimpulan

Jadi, kalau kita mau coba bercocok tanam tanaman pakcoy pakai metode hidroponik, ini langkah-langkahnya. Pertama, persiapkan alat dan bahan seperti air, wadah, gergaji besi, bibit pakcoy, nampan, rockwool, dan kain flanel. Lalu, rendam bibit pakcoy dalam air hangat selama 30 menit, pilih yang mengapung, dan buang yang tenggelam.

Selanjutnya, siapkan rockwool yang sudah dipotong, lubangi dan masukkan benih pakcoy, letakkan di atas kain flanel, dan basahi dengan air. Setelah itu, pindahkan tanaman ke dalam talang hidroponik yang sudah disiapkan. Pastikan box buah yang dijadikan wadah terisi air setengahnya.

Selama 10 hari kemudian, kita bisa memindahkan tanaman pakcoy ke tempat yang lebih besar. Gunakan talang hidroponik dengan bagian bawah yang difungsikan sebagai wadah air. Lapisin bagian bawah dengan plastik dan rekatkan dengan lakban. Lubangi bagian atas dengan kawat yang sudah dipanaskan dengan lilin. Lalu, tuangkan air setengahnya ke dalam bagian bawah dan tutup dengan bagian atas yang sudah dilubangi.

Terakhir, pasang kain flanel pada netpot, letakkan rockwool yang berisi bibit pakcoy di dalamnya, dan masukkan netpot ke dalam bagian atas talang hidroponik yang sudah disiapkan. Dengan cara ini, panen pakcoy hidroponik bisa dilakukan lebih cepat, sekitar 45–60 hari setelah tanam, tergantung dari lokasi dan kondisi tanaman.

Intinya, dengan metode hidroponik ini, kita bisa menanam pakcoy dengan lebih efisien dan hasil panen yang lebih cepat. Jadi, kalo tertarik, yuk dicoba!

Rabu, 17 September 2025

Cara berkebun tebu


Tebu merupakan penghasil komoditas yang banyak dibutuhkan, yaitu gula. Tata cara budidaya tebu untuk pemula dapat dimulai dengan menyiapkan alat dan bahan. Tak hanya pada proses tanam, alat dan bahan diperlukan dalam setiap proses budidaya tebu sampai panen. Beberapa alat yang harus disiapkan sebelum memulai menanam tebu antara lain adalah cangkul, sabit, pupuk, penyiram air, dan masih banyak lagi.

Berikut ini adalah tata cara menanam tanaman tebu yang baik dan benar untuk pemula:
1. Persiapkan lahan

Dalam mempersiapkan lahan budidaya tebu, perlu dilakukan pembersihan lahan, pengolahan tanah, dan pemupukan dasar. Tanah harus dibersihkan dari benda-benda atau unsur yang menghambat pertumbuhan serta perkembangan tanaman tebu, misalnya gulma, sampah, dan bebatuan. Proses pembersihan lahan ini harus dilakukan 1-2 bulan sebelum proses penanaman tebu dilakukan. Kemudian, pengolahan tanah yang ideal perlu dilakukan dengan melakukan pembajakan, penggemburan, dan membuat drainase atau got untuk meghindari genangan air yang tak beraturan dan berlebihan. Terakhir, pemupukan dasar pada tanah di lahan penanaman tebu perlu dilakukan agar nutrisi dan pH yang tepat dapat terpenuhi.
2. Penanaman bibit tebu

Untuk menanam bibit tebu, yang perlu dipastikan adalah bibit yang ditanam adalah jenis bibit tebu yang unggul. Berikut ini adalah beberapa kriteria yang termasuk dalam bibit tebu yang unggul dan kriteria benih sehat menurut Standar Nasional Indonesia (SNI):memiliki daya tumbuh ≥ 90 persen
memiliki tingkat kemurnian ≥ 95 persen
batang tidak tampak adanya gejala pertumbuhan yang terhambat
bibit dalam kondisi yang tidak berjamur dan kering
serangan hama penggerak batang > 2 persen dari jumlah ruas bibit tebu
bibit pucuk memiliki penggerak > 5 persen dari jumlah ruas bibit tebu
serangan hama lain > 5 persen
benih tidak terserang penyakit sistemik
3. Mulai menanam

Dalam menanam tanaman tebu, perlu memerhatikan jarak tanam, pola penanaman, lubang tanam, dan kedalaman tanam. Jarak tanam bibit tebu antar lubang tanam biasanya 1,1-1,5 meter. Pola penanaman bisa ditentukan sesuai dengan desain kebun.

Lubang tanam tanaman tebu biasanya memiliki kedalaman sekitar 15-20 cm dengan lebar sekitar 20-25 cm. Perlu diperhatikan bahwa ketentuan ini harus disesuaikan dengan varietas tebu yang ditanam. Pada beberapa varietas, tata cara menanam tebu dilakukan dengan teknik yang berbeda.
Tips budidaya tebu untuk pemula

Sebelum menanam tebu, ada beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu iklim, pencahayaan, tanah, ketinggian tempat, dan kelembapan. Tebu hanya dapat tumbuh jika ditanam di tempat/dataran/wilayah yang tepat dengan kondisi dan situasi yang memungkinkan

Berikut ini adalah tips dalam menanam tebu:

Iklim harus mendukung. Tanaman tebu dapat ditanam di daerah iklim tropis atau subtropis degan suhu yang hangat. Suhu yang tepat untuk tempat menanam tebu berada di sekitar 20-35 derajat Celcius. Curah hujan tidak boleh terlalu tinggi, idealnya adalah sekitar 1000 sampai 2000 mm per tahun.

Pencahayaan harus cukup. Agar budidaya tanaman tebu berhasil, pencahayaan sinar matahari yang cukup dibutuhkan, yaitu 6-8 jam per hari.

Gunakan yang baik: Tanah yang baik untuk menanam tebu adalah tanah yang gembur dan subur dengan tekstur lempung berpasir.

Ketinggian tempat ideal: Idealnya, tanaman tebu dapat tumbuh pada ketinggian tempat antara 0-500 meter dpl. Namun, tanaman tebu juga dapat tumbuh pada ketinggian 0-1.200 meter dpl.

Kelembaban cukup: Tanaman tebu dapat tumbuh di tempat dengan kelembaban sekitar 60-80 persen.
Cara perawatan tanaman tebu

Setelah ditanam, proses budidaya tebu terdapat perawatan yang baik secara teratur untuk menghasilkan tanaman tumbuh dengan baik. Selain penyiraman, perawatan pada tanaman tebu dapat dilakukan dengan pemupukan, pengendalian hama, penyulaman, dan penyiangan.

Penyiraman dapat dilakukan setelah 3 hari penanaman bibit dan harus disesuaikan dengan kondisi tanah. Kemudian penyulaman harus dilakukan saat bibit tebu memasuki usia tanam sekitar 2-4 minggu, dan dapat dilakukan ketika bibit terlihat tak sehat, pemupukan perlu dilakukan jika tanaman tebu tidak tumbuh dengan baik.

Penyiangan merupakan salah satu taham perawatan tanaman tebu yang dapat dilakukan jika rumput sekitar tebu terlihat panjang pada satu minggu setelah proses penanaman. Selanjutnya, dapat dilakukan pengendalian hama dengan memberikan cairan pengendali hama.

Sebelum memberikan cairan pengendali hama, perhatikanlah apakah ada perubahan pada batang, buah, atau daun tebu. Jika ditemukan kerusakan seperti adanya bercak maka perlu dilakukan pengendalian hama.

Selasa, 16 September 2025

Cara berkebun wortel


Wortel merupakan salah satu sayuran favorit masyarakat Indonesia. Kaya akan vitamin A, wortel tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan mata, tetapi juga sering dijadikan bahan utama dalam berbagai hidangan, mulai dari lauk pendamping nasi hingga jus yang menyegarkan. Meskipun populer di Indonesia, wortel sebenarnya berasal dari Asia Tenggara.

Budidaya wortel dapat dilakukan dengan langkah-langkah yang tepat agar hasil panen berkualitas tinggi. Berikut cara budidaya wortel, mulai dari pemilihan bibit hingga proses pemanenan.
Pemilihan Bibit Unggul

Langkah pertama dalam budidaya wortel adalah memilih bibit unggul. Pemilihan bibit sangat krusial karena kualitas bibit akan memengaruhi hasil panen. Untuk mendapatkan hasil yang optimal, pastikan membeli benih dari toko yang bersertifikat agar terjamin kualitasnya. Selain itu, pilih bibit yang bersifat fertile, yakni bibit yang dapat dibudidayakan kembali. Bibit steril tidak bisa digunakan kembali setelah panen, yang membuat petani harus terus membeli bibit baru jika ingin menanam kembali.
Pembenihan yang Tepat

Setelah memilih bibit unggul, proses pembenihan harus dilakukan dengan cermat. Pertama, gosok benih di antara telapak tangan untuk memastikan tidak ada benih yang saling menempel. Kemudian, rendam benih semalaman untuk mempercepat perkecambahan. Setelah perendaman, tiriskan benih hingga kering sebelum menyemai ke lahan yang sudah disiapkan. Proses pembenihan yang benar akan mempercepat pertumbuhan benih menjadi bibit yang sehat dan siap ditanam di lahan.
Persiapan Lahan yang Baik

Sebelum menanam wortel, persiapan lahan menjadi faktor yang sangat penting. Lahan harus dibersihkan dari gulma yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman. pH tanah juga perlu disesuaikan agar berada pada kisaran 6-7, yang merupakan tingkat keasaman ideal untuk wortel. Buatlah bedengan setinggi 40 cm untuk menjaga kesehatan akar wortel, serta atur jarak tanam sekitar 50 cm untuk memastikan tanaman memiliki cukup ruang untuk tumbuh secara optimal.
Pemeliharaan Tanaman Wortel

Pemeliharaan yang baik akan sangat menentukan kualitas hasil panen. Wortel memerlukan perawatan seperti perlindungan dari hama dengan cara menutup bedengan menggunakan penjarang. Selain itu, rutin membersihkan gulma yang tumbuh di sekitar tanaman akan menjaga wortel tetap mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan dari tanah. Jangan lupa untuk memastikan wortel mendapatkan cukup air, terutama pada masa pertumbuhan awal agar umbinya dapat tumbuh dengan baik.
Pemanenan Wortel

Wortel biasanya siap dipanen setelah 12 minggu sejak penanaman. Pemanenan sebaiknya dilakukan tepat waktu untuk menghindari pengerasan pada umbi wortel, yang bisa terjadi jika terlambat dipanen. Wortel yang dipanen dalam kondisi optimal akan menghasilkan umbi yang lembut dan manis. Dengan teknik budidaya yang tepat, setiap hektar lahan bisa menghasilkan hingga 25 ton wortel, menjadikan budidaya wortel sebagai kegiatan yang sangat menguntungkan.

Budidaya wortel merupakan peluang yang menguntungkan, terutama dengan tingginya permintaan pasar akan sayuran ini. Dari pemilihan bibit yang unggul, pembenihan yang tepat, persiapan lahan yang baik, hingga pemeliharaan yang cermat, semua langkah ini berkontribusi terhadap kesuksesan panen wortel. Dengan mengikuti cara budidaya wortel di atas, petani dapat menghasilkan wortel berkualitas tinggi dan memaksimalkan hasil panennya

Senin, 15 September 2025

Cara berkebun semangka


Semangka ada dua jenis:
1. Semangka berbiji, dengan ciri daunnya keputih putihan dan buahnya loreng warnanya jelas, bibitnya bisa di produksi sendiri.
2. Semangka tanpa biji, biasanya di datangkan dari luar ciri cirinya : daunnya hijau, buahnya loreng tapi warnanya hijau kelam hampir sama dengan warna daun, bibit tidak bisa di produksi sendiri oleh petani. Bunga jantannya tidak ada serbuk sarinya.                                                                                                                                                                                                                                           
Pengolahan Tanah.
Lahan di buat parit keliling, dengan ukuran bedengan kurang lebih 3 m, 1 meter di bagian pinggir kiri dan kanan di cangkul dan di beri pupuk dasar kemudian di tutup dengan mulsa plastik, pupuk yang digunakan NPK dan Pupuk Kandang.                                                                                                                                      
Penanaman :
Setiap lubang di tanami 1 pohon dengan jarak 40 cm antar tanaman
Pemeliharaan :
Setelah berumur 20 hari sudah bisa di lakukan persilangan dengan interval waktu sampai 10 hari.
Cara mengawinkan :
Bakal buah/bunga betina dari semangka tanpa biji di kawinkan dengan serbuk sari
(bunga jantan) semangka berbiji. Biasanya bunga yang sudah di kawinkan dalam waktu 1/2 hari kelopak bunganya sudah tertutup.
Pada saat mengawinkan, jika cuaca agak buruk misalnya angin, gerimis, maka setelah mengawinkan, bunga di tutup dengan potongan daun semangka itu sendiri.
Dan bila cuaca hujan jangan mengawinkan semangka karena akan gagal.
Waktu mengawinkan adalah pagi hari, sebab jika sudah siang bunga jantan sudah tidak ada serbuk sarinya.
Tujuan persilangan, untuk mendapatkan buah besar dalam waktu dekat.
Pemeliharaan :
Penyiraman dilakukan 4 hari sekali dengan mengalirkan air di selokan.
Pupuk yang di gunakan pupuk cair yg di semprotkan melalui daun seperti : vitablon, bayfolan, atonik, semetara pupuk an organik dengan kandungan NPK diberikan sebagai pupuk susulan.                                                                                                                                                                                                               
Panen:
Panen pertama di lakukan apabila buah sudah masak yang di tandai dengan sudah mengeringnya sulur dekat tangkai buah.
Panen pertama biasanya umur 55 hari dan panen terakhir umur 60hari
Yang perlu di perhatikan saat menanam semangka
1. Semangka berbiji bila tidak di kawinkan maka buah akan terbentuk secara alami namun buahnya kecil kecil.
2.untuk memperoleh buah yang bermutu, batang semangka yang di pelihara cukup pohon induknya saja, jadi cabangnya di pangkas.
3.Bakal buah yang di pertahankan untuk di kawinkan yaitu bakal buah yang tumbuh 1-1.5 meter dari pangkalnya
4.Buah yang di pelihara cukup 2 buah saja
5.Buah semangka agar di sortir, yang bentukny kurang bagus agar di buang.

Cara Budidaya Kakao

Syarat tumbuh tanaman kakao adalah curah hujan yaitu 1.100 – 3.000 mm per tahun. Temperaturnya yaitu 30 0C ‐ 32 0C (maksimum) dan 18 0C ‐ 21...